Kasus Suap Bea Cukai: Chat WA, Panggilan Decong, dan Tuntutan John Field di Pengadilan Tipikor
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Dalam kasus dugaan suap Rp 78,8 miliar di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jaksa KPK memaparkan bukti percakapan WhatsApp antara Rizal (Direktur P2 Bea Cukai) dan Sisprian (Kasubdit Intelijen P2 Bea Cukai). Percakapan tersebut mengandung pesan mencurigakan seperti 'Gas, kita buka celananya' dan 'jangan lengah, tegar, kejam', yang dibuat saat Sisprian hadir sebagai saksi mahkota. Rizal juga meminta maaf dan memberi instruksi untuk 'bereskan Tohir dkk' terkait uang saku umrah Rp 4 juta per orang. Tiga pejabat Bea Cukai didakwa menerima suap dalam bentuk rupiah dan valuta asing.
Di lini lain, Pengadilan Tipikor Jakarta memandang kasus terkait panggilan nama 'Decong' yang melibatkan John Field, bos Blueray Cargo Grup, bersama dua terdakwa lain. Mereka dituntut atas dugaan suap yang mencapai ratusan juta rupiah. Pegawai Bea Cukai yang memberi nama 'Decong' dikritik karena sikap tidak profesional. Media menyampaikan angka yang berbeda: Detik.com menyebutkan nilai suap Rp 78,8 miliar, sementara JawaPos menyebutkan 'ratusan juta rupiah' tanpa angka pasti.
Kedua kasus ini sedang berlangsung di pengadilan, dengan saksi-saksi dari pihak terkait sedang diperiksa. Keputusan hakim diharapkan memberikan kepastian hukum terhadap dugaan pelanggaran yang meluas di sektor kepabeanan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Chat WA 2 Terdakwa Kasus Bea Cukai: Jangan Lengah, Tegar, Kejam
18 September 2026 pukul 13.54 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Bantah Punya Panggilan "Decong", Pegawai Bea Cukai: Yang Kasih Nama Kurang Ajar
19 September 2026 pukul 13.00 · Baca aslinya ↗