Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Kasus Virus West Nile di Belanda Naik ke 18, Tiga Orang Meninggal Dunia

Kasus virus West Nile (WNV) di Belanda meningkat menjadi 18 orang sejak Kamis lalu, dengan tiga kematian baru. Infeksi tersebar di enam provinsi utama seperti Utrecht, North Brabant, dan South Holland. Virus menular melalui gigitan nyamuk dari burung pembawa, tidak menular antarmanusia. Sekitar 80 persen penderita tidak menunjukkan gejala, sementara 10 persen mengalami flu ringan dan 1 persen berisiko neurologis. Selain manusia, 58 kuda dan 39 burung tercatat terinfeksi pada tahun ini.

Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) melaporkan sembilan kasus baru sejak Kamis lalu, sehingga total infeksi di negara tersebut sepanjang tahun ini mencapai 18 kasus. Jumlah korban jiwa juga bertambah, dengan tiga orang meninggal dunia, naik dari satu kematian pada pekan sebelumnya. Kasus tersebut tersebar di provinsi Utrecht, North Brabant, North Holland, South Holland, Overijssel, dan Gelderland. Salah satu kasus teridentifikasi melalui studi ilmiah oleh bank darah Sanquin Research, sementara pasien lainnya terdiagnosis setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat gejala klinis.

Virus West Nile menyebar di Belanda setelah bertahun-tahun jarang terdeteksi. Virus ini bersirkulasi antara burung dan nyamuk, menyebabkan infeksi melalui gigitan nyamuk pembawa. Mayoritas penderita tidak menunjukkan gejala, namun sebagian dapat mengalami demam, sakit kepala, atau komplikasi neurologis berat. Otoritas kesehatan memantau penyebaran selama musim panas-gugur karena aktivitas nyamuk tinggi. Perubahan iklim dan migrasi burung mendukung penyebaran ke Eropa Utara. Belum ada vaksin untuk manusia, sehingga pencegahan utama adalah menghindari gigitan nyamuk. Gejala biasanya muncul 3-14 hari setelah gigitan. Individu rentan seperti lansia dan yang memiliki sistem kekebalan lemah perlu lebih waspada.

Menurut tiap media