Mengenal Virus West Nile, Infeksi dari Gigitan Nyamuk yang Mewabah di Belanda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Virus West Nile (WNV) menyebar di Belanda setelah bertahun-tahun jarang terdeteksi. Virus ini bersirkulasi antara burung dan nyamuk, menyebabkan infeksi melalui gigitan nyamuk pembawa. Mayoritas penderita tidak menunjukkan gejala, namun sebagian dapat mengalami demam, sakit kepala, atau komplikasi neurologis berat. Di Belanda, 18 kasus terinfeksi dengan 3 kematian telah dilaporkan. Otoritas kesehatan memantau penyebaran selama musim panas-gugur karena aktivitas nyamuk tinggi. Perubahan iklim dan migrasi burung mendukung penyebaran ke Eropa Utara. Belum ada vaksin untuk manusia, sehingga pencegahan utama adalah menghindari gigitan nyamuk. Gejala biasanya muncul 3-14 hari setelah gigitan. Individu rentan seperti lansia dan yang memiliki sistem kekebalan lemah perlu lebih waspada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 11.49
Kasus virus West Nile di Belanda naik jadi 18, tiga orang meninggal dunia
Berita terkait
Kasus Virus West Nile di Belanda Meningkat, 18 Orang Terinfeksi dan 3 Meninggal Dunia
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.32
Apakah Virus West Nile Mematikan? Kenali Risiko, Gejala, dan Tingkat Fatalitasnya
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.41
Ramai Tambal Gigi Sendiri, Pasien Alami Bengkak hingga Infeksi
kumparan · 2 September 2026 pukul 03.08
Tak Merasa Sakit tapi Positif TB, Kenali Infeksi TB Laten
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 12.29