Kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok: 167 Bangunan Rusak, Warga Harap Pemulihan Segera
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kebakaran besar di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu malam, 22 Agustus, menyebabkan 167 bangunan rusak, termasuk 75 rumah adat dan 69 toko kerajinan. Benda budaya seperti keris, klewang, gong, dan naskah Sanskerta musnah. Kementerian Kebudayaan menemukan bahwa Desa Adat Sade belum terdaftar dalam Dapobud, sementara tim masih menyisir reruntuhan untuk mencari pusaka dan manuskrip serta mendokumentasikan cerita rakyat. Pemulihan direncanakan dengan menggunakan bahan tradisional, penambahan penghawat kebakaran, dan duplikasi manuskrip.
Korban kebakaran, sebagian besar masih tinggal sementara di rumah kerabat, mengharapkan pemerintah segera membangun kembali tempat tinggal agar kehidupan sosial dan ekonomi pulih. Bagi banyak warga, rumah juga berfungsi sebagai ruang usaha. Salah satu korban, Inaq Aris (52), kehilangan rumah, peralatan tenun, dan sebagian besar barang dagangannya, termasuk kain songket yang akan dijual kepada wisatawan. Ia hanya berhasil menyelamatkan lima songket dan selimut jualan. Kerugian yang dialami belum bisa diperkirakan secara pasti.
Masyarakat adat Sade, yang turun-temurun mengamalkan tradisi menenun dan menjual kerajinan, terdampak secara signifikan. Pemulihan tidak hanya melibatkan pembangunan rumah tetapi juga pemulihan sumber penghasilan. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok sudah mulai tiba untuk warga yang terdampak.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
167 Bangunan Sade Terbakar, Kemenbud Temukan Desa Adat Ini Belum Masuk Dapobud
24 Agustus 2026 pukul 11.50 · Baca aslinya ↗
kumparan
Korban Kebakaran Sade Harap Hunian Segera Dibangun, Alat Tenun-Dagangan Ludes
24 Agustus 2026 pukul 20.50 · Baca aslinya ↗