Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Melonjak, Pemerintah dan LSM Soroti Penyebabnya
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah daerah dan lembaga swadaya menyoroti peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyatakan komitmen untuk menindak pelaku karhutla di wilayah Tatas dan Kobar, tanpa memandang dukungan yang mungkin tersembunyi di baliknya. Ia juga meminta masyarakat dan pelaku usaha menghentikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Sementara itu, data menunjukkan lonjakan drastis kejadian kebakaran selama Januari hingga Juni 2026, mencapai 107.465,47 hektare, atau naik 120% dibandingkan periode yang sama pada 2019. Kalimantan Barat menjadi provinsi paling terdampak dengan 28.680,47 hektare. Meskipun kondisi iklim seperti El Nino memperparah kemarau panjang dan meningkatkan kerentanan lahan terhadap api, analisis menunjukkan aktivitas manusia seperti pembukaan lahan secara tidak berkelanjutan, pertanian tanaman pangan, dan pencarian madu hutan menjadi faktor utama pemicu kebakaran. Organisasi seperti Amnesty International menekankan dampak negatif kebakaran terhadap hak asasi manusia, termasuk kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Beberapa pihak mengusulkan agar pemerintah menghentikan praktik-praktik yang tidak berkelanjutan dan memberlakukan sanksi yang tegas terhadap pelaku yang melanggar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Gubernur Kalteng: Pelaku Karhutla Siap Ditindak, Tak Peduli Siapa di Baliknya!
27 Agustus 2026 pukul 15.11 · Baca aslinya ↗
VOI
Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Terus Berulang?
28 Agustus 2026 pukul 19.15 · Baca aslinya ↗