Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Terus Berulang?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia melonjak drastis pada Januari-Juni 2026 dengan luas 107.465,47 hektare, naik 120% dibanding 2019. Kalimantan Barat menjadi dominan dengan 28.680,47 hektare. El Nino memperparah kemarau panjang, mengurangi curah hujan dan membuat lahan mudah terbakar. Namun, kebakaran sebenarnya dipicu utama oleh aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dengan cara pembakaran, bercocok tanam, maupun pencarian madu hutan. Amnesty International menyoroti dampaknya pada HAM, termasuk kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pemerintah perlu menghentikan praktik tidak berkelanjutan dan memberi sanksi tegas terhadap pelanggaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 15.11
Gubernur Kalteng: Pelaku Karhutla Siap Ditindak, Tak Peduli Siapa di Baliknya!
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.24
Foto: Kemarau Makin Kering, Sawah di Bogor Mulai Kehilangan Air
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 09.35
49 Kasus Karhutla di Gunungkidul, 2 Lansia Meninggal Dunia
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.30
Dampak El Nino, BMKG Prediksi Musim Hujan Baru Terjadi November 2026
Berita terkait
BMKG Ungkap Sampai Kapan Musim Kemarau di Indonesia
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.45
BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan di Ciayumajakuning hingga 31 Agustus 2026
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 17.40
Karhutla Kalimantan Makin Parah, BMKG Sebut El Nino Jadi Biang Kerok
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 17.04
Airlangga Buka Suara Soal Kebakaran Hutan Kalimantan
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.42