Kebakaran Hutan dan Lahan di Sulsel Menyebabkan Kehilangan Lahan 22 Hektare
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua kabupaten di Sulawesi Selatan pada Minggu (16/8), menghanguskann 22 hektare lahan. Di Enrekang, tiga lokasi terbakar bersamaan menghanguskan 20 hektare, sementara Toraja Utara kehilangan 2 hektare. Penyebab utama di Enrekang adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang dan El Nino, ditambah suhu tinggi dan angin kencang. Api dipadamkan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan Damkar pada pukul 01.30 WITA (Enrekang) dan 17.00 WITA (Toraja Utara). Tidak ada korban jiwa. Lima daerah di Sulawesi Selatan (Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang, Selayar) telah mendeteksi status darurat kekeringan hingga Agustus 2026. Masyarakat diminta segera melaporkan titik api untuk mencegah eskalasi.
Musim kemarau di Indonesia diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026, sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers daring di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026. Menurutnya, wilayah Indonesia bagian barat akan lebih dulu memasuki musim hujan, sementara sebagian besar wilayah lainnya, termasuk Pulau Jawa, diprediksi akan mulai mengalami hujan normal pada November 2026. Pemantauan dilakukan melalui peta prakiraan iklim yang menandai perubahan dengan warna kuning pada Oktober dan November. Fenomena iklim lain yang turut memengaruhi adalah El Nino, yang diperkirakan akan bertahan hingga awal 2027 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026. Menurut Ardhasena, dampak El Nino tidak akan signifikan terhadap musim hujan, namun pengaruhnya akan lebih terasa saat memasuki puncak musim kemarau. Setiap kejadian El Nino juga memiliki dampak yang berbeda-beda tergantung kondisi suhu laut di sekitar Indonesia.
Musim kemarau yang berkepanjangan ini telah memicu beberapa masalah, termasuk kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. BMKG menyatakan bahwa kondisi ini akan bertahap membaik seiring masuknya musim hujan, terutama setelah Oktober 2026. Namun, wabah El Nino yang berlangsung hingga akhir 2026 dan awal 2027 menjadi faktor yang perlu diwaspadai, meskipun dampaknya diakui tidak akan identik dengan fenomena sejenis pada tahun-tahun sebelumnya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Kebakaran Lahan di Sulsel Hanguskan 22 Hektare dalam Sehari, Enrekang Terparah
17 Agustus 2026 pukul 15.30 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BMKG Ungkap Sampai Kapan Musim Kemarau di Indonesia
18 Agustus 2026 pukul 07.45 · Baca aslinya ↗