Kebakaran Hutan dan Lahan Membuat Sekolah Ditutup di Beberapa Provinsi di Indonesia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan penutupan sekolah dasar dan menengah di Pekanbaru, Pekanbaru, dan wilayah lain akibat kualitas udara berbahaya. Pemerintah Kota Pekanbaru membatasi kegiatan belajar mengajar hingga pukul 12.00 siang, memulangkan siswa lebih awal, serta memaksa penggunaan masker. Pada Senin (14 September 2026), konsentrasi PM2.5 mencapai 253,4 µg/m³, masuk kategori berbahaya. Di tingkat nasional, 50 badan usaha disegel dan 138 tersangka ditetapkan Polri setelah 27.333 hektare lahan konsesi terbakar. Di Kalimantan Timur, Gubernur Rudy Mas'ud membatalkan pembelajaran tatap muka meski tidak termasuk enam provinsi dengan kasus terparah. Program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan. Di Batam dan Kepulauan Riau, sekolah beralih ke kegiatan belajar dari rumah (BDR) mulai 16 September 2026. Di Pekanbaru, 3.028 warga mengidap ISPA dalam dua minggu terakhir. Pemerintah juga menyiapkan 500.000 masker untuk distribusi. Status tanggap darurat Karhutla turun menjadi siaga darurat setelah hujan turbin memperbaiki kualitas udara. Di Bandara SSK II, 24 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Diskusi antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo terkait asap kebakaran juga dilakukan di tingkat nasional.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Kualitas Udara Berbahaya Akibat Karhutla, Sekolah di Pekanbaru Tatap Muka Terbatas
15 September 2026 pukul 09.15 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Rudy Mas'ud Liburkan Sekolah di Kaltim Imbas Karhutla, MBG Tetap Jalan
15 September 2026 pukul 19.34 · Baca aslinya ↗