Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Kebakaran Hutan Kalimantan Membahayakan Populasi Orang Utan dan Mengakibatkan Luka pada Satwa

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mengancam populasi orang utan yang kini berstatus kritis. Laporan IUCN menunjukkan api menghanguskan habitat 52 persen populasi orang utan, termasuk 13 dari 20 populasi terbesar. Dampaknya meliputi penurunan kadar lemak tubuh akibat stres sistem imun, gangguan pernapasan karena asap beracun, serta hilangnya sumber pakan dan tempat bersarang. Kondisi ini memaksa satwa turun ke tanah dan mendekati permukiman, meningkatkan risiko konflik dengan manusia, kelaparan, dan dehidrasi. Data pemerintah mencatat lebih dari 202.000 hektar lahan terbakar (Januari-Juli), sementara Nusantara Atlas memperkirakan angka mencapai 900.000 hektar (Januari-Agustus). Meski 100 satwa telah diselamatkan, aktivis mendesak pemerintah memperkuat pencegahan melalui restorasi lahan gambut dan perlindungan hutan dari alih fungsi.

Satwa liar seperti orang utan bernama Novita berusia 4 tahun berhasil dievakuasi dari kebakaran di Daerah Katune, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Novita ditemukan terjebak di atas pohon dalam kepungan api dan asap sejak 25 September 2026, baru diselamatkan pada 26 September. Akibat kebakaran, Novita mengalami luka bakar serius pada kedua tangan dan kakinya. Penyelamatan dilakukan oleh BKSDA Kalteng, BOSF Nyaru Menteng, dan Tim TNI. Saat ini, Novita sedang menjalani perawatan medis di Klinik BOSF Nyaru Menteng untuk pemulihan.

Menurut tiap media