Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kebakaran Hutan RI dan Imbas Kabut Asap ke Singapura serta Kalimantan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sejak Juli 2026 menyebabkan kabut asap pekat menyelimuti Palangka Raya dan wilayah sekitarnya, membuat siang hari terasa gelap dan ribuan orang mengidap ISPA. BPBD Palangka Raya mencatat 298 kejadian kebakaran dari 1 Juni hingga 19 Agustus 2026, membakar 261,41 hektar lahan. Hotspot terbanyak terdeteksi di Kalimantan Barat (4.874 titik panas) dan Kalimantan Tengah (2.821 titik panas pada Juli). Desa Tumbang Nusa di Kecamatan Jabiren Raya paling terdampak, dengan masyarakat kesulitan mendapatkan masker dan layanan kesehatan. Youth Act Kalimantan membantu dengan rumah aman asap dan distribusi bantuan kesehatan.

Di sisi lain, Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura memperingatkan warganya bahwa kabut asap bisa menyebar akibat kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan, terutama saat cuaca kering dan angin dari timur atau barat daya. NEA akan memantau PSI harian dan memberi imbauan bila mencapai level tidak sehat. Saat ini PSI Singapura masih dalam level moderat meski pernah naik. Singapura sedang mengalami kemarau total dengan curah hujan jauh di bawah rata-rata, suhu maksimal 33-35 derajat Celsius, dan Monsun Barat Daya masih berlangsung.

Institut Urusan Internasional Singapura memperkirakan risiko kabut asap parah di Asia Tenggara akan mencapai puncak pada Agustus-September 2026 akibat El Nino kuat. Perbedaan data antar media: Liputan6.com melaporkan 298 kejadian kebakaran dan 261,41 hektar lahan terbakar di Kalimantan, sementara Detik.com tidak menyebutkan angka tersebut tetapi menekankan peringatan NEA terhadap kemungkinan kabut asap menyebar ke Singapura.

Menurut tiap media