Kelaparan di Sudan dan Gaza Dinyatakan sebagai Tonggak Sejarah Memalukan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan kelaparan di Sudan dan Gaza sebagai tonggak sejarah memalukan dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Tahun 2025 mencatat kelaparan global mencapai rekor dengan 266 juta orang mengalami kerawanan akut, sementara konflik bersenjata mencapai jumlah terbanyak sejak Perang Dunia II. Perrine Benoist dari Action Against Hunger melaporkan lebih dari 900 serangan terhadap sistem pangan di Sudan sejak April 2023, termasuk pemboman pasar dan penjarahan ternak. Guterres mendesak penerapan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2417 untuk melindungi akses pangan dan air, serta mengusulkan verifikasi netral kapal pengangkut pupuk melalui Selat Hormuz, Laut Merah, dan Laut Hitam. Namun, terdapat perbedaan dalam penyebutan lokasi, di mana VOI menyebutkan perlindungan lahan pertanian, pelabuuh, dan fasilitas penyimpanan pasar, serta sanksi terhadap pihak yang menghalangi bantuan kemanusiaan. Direktur Eksekutif WFP Carl Skau menjelaskan bahwa pembatasan di Selat Hormuz menyebabkan ketersediaan pupuk menurun dan harga minyak naik 36 persen, sementara harga bahan pangan di Sudan melonjak 40 persen sejak Februari 2025.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Sekjen PBB sebut kelaparan Sudan dan Gaza tonggak sejarah memalukan
26 Agustus 2026 pukul 08.59 · Baca aslinya ↗
VOI
Sekjen PBB Sebut Kelaparan di Gaza dan Sudan Sebagai Tonggak Sejarah yang Memalukan
26 Agustus 2026 pukul 13.00 · Baca aslinya ↗