Sekjen PBB Sebut Kelaparan di Gaza dan Sudan Sebagai Tonggak Sejarah yang Memalukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut kelaparan di Gaza dan Sudan sebagai "tonggak sejarah yang memalukan" dalam sidang Dewan Keamasan PBB. Ia menyatakan tahun 2025 mencatat jumlah konflik bersenjata terbanyak sejak Perang Dunia II, dengan 266 juta orang menghadapi krisis pangan akut. Guterres mendesak penggunaan Resolusi PBB Nomor 2417 untuk mencegah hilangnya akses pangan dan air bagi warga sipil, serta mengusulkan perlindungan bagi lahan pertanian, pelabuuh, dan fasilitas penyimpanan pasar. Ia juga menyerukan sanksi terhadap pihak yang menghalangi bantuan kemanusiaan.
Direktur Eksekutif WFP Carl Skau menjelaskan perang regional menyumbang kelaparan global melalui tiga titik kritis: Selat Hormuz, Laut Merah, dan Laut Hitam. Pembatasan di Selat Hormuz menyebabkan ketersediaan pupuk menurun dan harga minyak naik 36 persen. Harga bahan pangan di Sudan melonjak 40 persen sejak Februari 2025. Pengiriman biji melalui Selat Istanbul turun 40 persen, meningkatkan kerentanan negara impor seperti Somalia.
Perrine Benoist dari Action Against Hunger melaporkan lebih dari 900 serangan terhadap sistem pangan di Sudan sejak April 2023, termasuk pengeboman pasar dan penjarahan ternak. Wanita dan anak-anak di Sudan menjadi sasaran rentan, dengan gejala kegagagalan organ dalam tiga minggu tanpa makanan. Di Afghanistan, WFP terpaksa menolak 6 dari 7 anak malnutrisi akibat kekurangan dana, meski terlihat "secercah harapan" di Gaza.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 08.59
Sekjen PBB sebut kelaparan Sudan dan Gaza tonggak sejarah memalukan
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 18.40
PBB Kecam Ancaman Israel Gara-gara Layang-layang dari Gaza: Keterlaluan!
Berita terkait
Dua Penjaga Perdamaian PBB di Sudan Selatan Tewas Diserang Saat Patroli
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 18.31
Pelapor Khusus PBB Desak Pengerahan Pasukan Perlindungan Internasional di Gaza dan Tepi Barat
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 16.00
Pelapor Khusus PBB Tegaskan Pendudukan Israel Harus Diakhiri
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 04.00
Gaza Menjadi Tempat Paling Mematikan Bagi Pekerja Kemanusiaan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 06.10