Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemenkes Percepat Distribusi Oseltamivir, Minta Hindari Panic Buying

Kementerian Kesehatan mempercepat distribusi Oseltamivir ke 196 rumah sakit melalui produksi dalam negeri dan impor khusus. Direktur Jenderal Farmasi Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menjelaskan sebaran obat tidak merata, memicu kekhawatiran masyarakat. Masyarakat diminta hindari panic buying karena tidak semua pasien influenza memerlukan antivirus. Penggunaan Oseltamivir harus berdasarkan resep dokter dan ditujukan untuk pasien berisiko tinggi seperti anak di bawah 2 tahun, lansia, atau ibu hamil. Pengobatan dianjurkan untuk pasien berat atau dengan komorbid. Ahli Farmakologi Dr. dr. Dewi Selvina Rosdiana menambahkan bahwa Oseltamivir dapat memperpendek durasi sakit sekitar 18 jam pada anak, namun bukti belum cukup kuat untuk rekomendasi massal penggunaan. Flu ringan biasanya dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan kompleks. Dokter spesialis paru, Pompini Agustina Sitompul, menjelaskan obat antivirus seperti Oseltamivir hanya untuk kasus berat atau kelompok rentan berisiko tinggi komplikasi. Penggunaan obat tidak direkomendasikan untuk batuk pilek biasa. Data surveilans ILI-SARI minggu ke-38 2026 mencatat 1.527 spesimen positif influenza dari 8.757 pemeriksaan (17%), lebih rendah dibandingkan 24% pada 2025. Flu A(H1N1)pdm09 mendominasi kasus, sementara A(H3N2) subclade K menurun drastis hanya 22 kasus.

Menurut tiap media