Kementerian ESDM Akselerasi Pengembangan Panas Bumi dengan Lelelang 14 Blok Tambahan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian ESDM memberikan ultimatum pada proyek panas bumi yang lambat bergerak, dengan ancaman pencabutan izin bila tidak ada komitmen investasi. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa proyek yang hanya menghambat pengembangan energi bersineril dapat dihentikan sementara. Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 24 GW, namun hanya 2,4 GW yang beroperasi. Untuk mempercepat pengembangan, pemerintah membuka lima WKP dan tujuh PSPE dengan kapasitas 392 MW serta potensi investasi 2,2 miliar dolar AS.
Kementerian ESDM akan segera lelang 14 blok panas bumi tambahan pada tahun 2026, mempercepat dari rencana 10 tahun dalam RUPTL 2025-2034. Penambahan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada PLTU diesel dan menghemat subsidi pemerintah sebesar Rp 233 triliun per tahun. Dari 14 blok tersebut, 5 berada di Jawa (WKP) dan 7 di Sumatera serta Indonesia Timur (WPSPE), dengan potensi pengembangan total sekitar 392 MW dan investasi USD 2,23 miliar.
Perbedaan nilai investasi antara kedua media: Warta Ekonomi menyebutkan USD 2,2 miliar sementara kumparan menyebutkan USD 2,23 miliar. Target awal RUPTL adalah melelang 2-3 WKP setiap tahun selama 10 tahun, namun sekarang diakcelerasi menjadi satu tahun. Komunikasi lokasi 14 blok tambahan perlu dilakukan kembali dengan Pemerintah Daerah masing-masing.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
ESDM Ultimatum Proyek Panas Bumi Mangkrak, Izin Bisa Dicabut Jika Tak Bergerak
20 Agustus 2026 pukul 15.00 · Baca aslinya ↗
kumparan
Kementerian ESDM Segera Lelang 14 Blok Panas Bumi, Lebih Cepat dari RUPTL
20 Agustus 2026 pukul 15.06 · Baca aslinya ↗