Kementerian ESDM Usulkan Anggaran Rp27,37 Triliun untuk RAPBN 2027
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan anggaran sebesar Rp27,37 triliun untuk RAPBN 2027, dengan 82% atau Rp22,51 triliun dialokasikan untuk program kerakyatan seperti pembangunan infrastruktur energi. Menteri Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa langkah ini mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto agar anggaran lebih ditujukan bagi kepentingan masyarakat. Sisa anggaran digunakan untuk kebutuhan operasional dan layanan manajemen kementerian.
Direktorat Jenderl Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) mendapatkan alokasi terbesar sebesar Rp11,34 triliun, sebagian untuk membangun pipa transmisi gas Sumatra-Jawa guna mengurangi ketergantungan pada impor elpiji. Di sektor kelistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan mengalokasikan Rp10,44 triliun (CNBC) atau Rp10,45 triliun (CNN) untuk program infrastruktur listrik desa (Lisdes) di 1.250 lokasi. Kementerian ESDM juga menyisihkan 5% anggaran atau Rp1,31 triliun untuk infrastruktur publik non-fisik, dan 13% (CNBC) atau 12% (CNN) atau Rp3,56 triliun untuk belanja operasional serta layanan manajemen.
Beberapa unit eselon I juga mendapat alokasi anggaran, seperti Direktorat Jenderl EBTKE (Rp1,82 triliun), Badan Pengembangan SDM (Rp874,90 miliar), dan Badan Geologi (Rp774,83 miliar). Rencana penggunaan anggaran ini ditujukan untuk mempercepat pemerataan akses energi di seluruh Indonesia.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Bahlil Usulkan Anggaran Kementerian ESDM di 2027 Rp27,3 Triliun
31 Agustus 2026 pukul 19.00 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Bahlil: Anggaran Operasional ESDM 12 Persen dari Pagu 2027
31 Agustus 2026 pukul 21.01 · Baca aslinya ↗