Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kementerian Kehutanan Pastikan Karhutla di Berau Tak Ancam Habitat Orangutan

Menteri Kehutanan Raja Antoni melakukan pengecekan langsung terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Berau, Kalimantan Timur, untuk memastikan kebakaran tidak mengancam habitat orangutan. Menurutnya, seluruh proses penanganan bencana akan diselesaikan dalam dua pekan kedepan, sambil mengantisipasi, mencegah, dan melakukan pemadaman Karhutla. Menhut menekankan bahwa kondisi cuaca tahun ini menjadi perhatian serius karena El Nino datang lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan prediksi BMKG. Biasanya El Nino datang setiap empat tahun, tercatat pada 2015, 2019, dan 2023, namun karena perubahan iklim, El Nino tiba lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan. Menhut juga memastikan perlindungan bagi masyarakat dan satwa liar, terutama orangutan, dengan patroli rutin di kawasan habitat.

Meskipun pemerintah menyatakan tidak ada ancaman langsung, data menunjukkan bahwa karhutla di Kalimantan secara umum tetap menjadi ancaman bagi populasi orangutan. Pada tahun 2016, diperkirakan terdapat sekitar 57.350 individu orangutan Kalimantan di pulau tersebut, namun jumlah ini mengalami penurunan sebesar 80 persen dalam kurang dari 50 tahun. CEO Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, Jamartin Sihite, mengungkapkan bahwa titik api karhutla semakin mendekat ke habitat orangutan, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Menhut menyiapkan area preservasi koridor orangutan di lanskap keraitan, bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam yang dikelola oleh Conservation Action Network (CAN) dan mitra konservasi lainnya untuk melindungi habitat orangutan dari ancaman Karhutla.

Jamartin juga menyoroti dampak asap karhutla terhadap ekosistem hutan. Asap dapat mengganggu fungsi polinasi lebah dan menghambat pembuahan serta pembentukan buah pada tanaman, yang pada gilirannya mengancam sumber makanan alami orangutan. Data dari pusat penelitian di Tuanan menunjukkan bahwa semakin lama asap karhutla berlangsung, semakin berkurang peluang bagi tanaman hutan untuk berkembang secara alami. Raja Juli juga menyatakan bahwa kondisi cuaca tahun ini semakin ekstrim akibat fenomena El Nino yang datang lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan prediksi sebelumnya.

Menurut tiap media