Kenaikan Harga Cabai Rawit Meluas di 265 Kabupaten, Harga Petani Rp 65.000/kg
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Harga cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan di 265 kabupaten/kota atau 73,61 persen pada minggu ketiga September 2026. Kenaikan harga terus meluas selama empat minggu terakhir dengan tingkat kenaikan harga cabai rawit mencapai 29,85 persen, sementara kenaikan 6,78 persen menjadi Rp 96.100 per kg. Harga rata-rata nasional mencapai Rp 77.596 per kilogram, jauh di atas harga acuan penjualan (HAP) sebesar Rp 57.000 per kilogram. Beberapa kabupaten bahkan mencatat harga di atas Rp 120.000 hingga Rp 199.000 per kilogram, seperti di Halmahera Utara, Bolaang Mongondow Timur, dan Gorontalo Utara.
Kenaikan harga ini dipicu oleh terbatasnya stok akibat produksi yang hanya tersedia di wilayah dataran rendah, sementara produksi di dataran tinggi terhenti karena kemarau berkepanjangan. Harga di tingkat petani mencapai Rp 65.000 per kg, sementara harga di pasar hampir mencapai Rp 100.000 per kg.
Penyebab utama kenaikan harga adalah pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat. Ketua AACI, Abdul Hamid, memperingatkan harga berpotensi terus naik hingga November jika cuaca tidak membaik. Meskipun penanaman baru dimulai Oktober-November, stok belum akan bertambah signifikan. Kondisi normal diperkirakan baru terjadi pada Desember-Januari, namun berisiko terhambat musim hujan yang dapat memicu gagal panen dan mendorong harga hingga Rp 120.000 per kg.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Harga Cabai Rawit Tambah Mahal, Hampir Rp 100 Ribu/Kg!
20 September 2026 pukul 12.28 · Baca aslinya ↗
Petani Ungkap Biang Kerok Harga Cabai Rawit Hampir Tembus Rp 100 Ribu/Kg
20 September 2026 pukul 17.30 · Baca aslinya ↗
JawaPos
BPS Sebut Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Cabai Merah Meluas
21 September 2026 pukul 11.01 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Kenaikan Harga Cabai Rawit Meluas di 265 Kabupaten & Kota
21 September 2026 pukul 11.14 · Baca aslinya ↗