Kenaikan Harga Kedelai di Indonesia Ditimbulkan oleh Keterbatasan Produksi Domestik
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Harga kedelai di Indonesia meningkat dari kisaran Rp 9.500/kg hingga mencapai Rp 11.600/kg, menyebabkan beban bagi perajin tahu dan tempe yang dihadapkan pada keterbatasan pasokan domestik. Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa produksi domestik belum mencukupi kebutuhan nasional, sehingga ketergantungan pada impor semakin meningkat. Untuk meningkatkan produksi dalam negeri, Kementan memberikan bantuan benih kedelai untuk lahan seluas 50.000 hektar, dengan proyeksi produksi mencapai 50.000 ton, atau lebih dari 75.000 ton jika ditambah bantuan pupuk dan pestisida.
Pemerintah telah menetapkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai impor sebesar Rp 12.000/kg sebagai acuan kebijakan. Namun, SPHP tidak berarti subsidi otomatis setiap kali harga naik. Menurut Deputi Bapanas Hermawan, program ini hanya dilaksanakan ketika harga melebihi HAP dan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasokan dan perkembangan harga.
Harga kedelai di Jawa berada di sekitar Rp 11.623/kg, masih di bawah HAP impor, sementara di Indonesia Timur mencapai Rp 12.097/kg, melebihi HAP. Pemerintah terus memantau situasi dan berkomitmen untuk menjaga ketersediaan kedelai, harga yang terkendali, serta keberlangsungan usaha tahu-tempe.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Harga Kedelai Mahal, Pemerintah Belum Mau Intervensi
3 Oktober 2026 pukul 15.31 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Kementan Buka-bukaan Penyebab Harga Kedelai Mahal
5 Oktober 2026 pukul 08.20 · Baca aslinya ↗