Kementan Buka-bukaan Penyebab Harga Kedelai Mahal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan harga kedelai mahal akibat produksi domestik belum mencukupi kebutuhan nasional. Perajin tahu dan tempe mengeluh harga kedelai naik dari Rp9.500/kg menjadi Rp11.600/kg, memaksa mereka mengurangi ukuran produk. Plt Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gunawan menyatakan bantuan benih untuk 50.000 hektar diharapkan meningkatkan produksi menjadi 50.000 ton, atau lebih dari 75.000 ton jika ditambah bantuan pupuk dan pestisida. Pemerintah mengaktifkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Kedelai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai impor Rp12.000/kg. Harga kedelai di Jawa sekitar Rp11.623/kg (di bawah HAP impor), sementara di Indonesia Timur mencapai Rp12.097/kg. Kementan memantau pasokan dan siap melakukan intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 15.31
Harga Kedelai Mahal, Pemerintah Belum Mau Intervensi
Berita terkait
Bukan Harga Kedelai, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pengrajin Tahu dan Tempe
JawaPos · 16 September 2026 pukul 21.47
Harga Beras Naik, Bapanas Tambah Beras SPHP & Bantuan Pangan
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 19.33
Biaya Produksi Naik, Pedagang Terpaksa Perkecil Ukuran Tahu Tempe
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 12.40
Harga Tahu dan Tempe Tak Naik, tapi Ukuran Mengecil
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 07.29