Kenaikan Subsidi Listrik 2027 Ditetapkan Rp 117,84 Triliun
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian ESDM mengusulkan subsidi listrik senilai Rp 117,84 triliun dalam RAPBN 2027, naik Rp 17 triliun dari APBN 2026 (Rp 100,83 triliun). Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI dan didasari asumsi ekonomi makro, meliputi Indonesian Crude Price (ICP) USD 75 per barel, nilai tukar Rp 17.500 per dolar AS, serta inflasi 2,5%. Berbeda dari Laporan Realisasi APBN 2026 yang menyebutkan ICP Rp 70 per barel, nilai tukar Rp 16.500, dan inflasi 2,5%, pengajuan 2027 menggunakan asumsi yang lebih tinggi untuk ICP dan nilai tukar. Bahlil menyatakan subsidi dapat ditambah jika ICP naik ke USD 80 atau fluktuasi nilai tukar/inflasi di luar prediksi. Realisasi subsidi sampai Juni 2026 mencapai Rp 46,36 triliun dengan tagihan Juli Rp 8,12 triliun dan koreksi I-2026 Rp 1,21 triliun. Target produksi minyak bumi diproyeksikan naik menjadi 612.500 barel per hari dari 610.000 bph pada APBN 2026.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Subsidi Listrik Diusulkan Naik Jadi Rp 117,84 Triliun di RAPBN 2027, Ini Alasan Bahlil
1 September 2026 pukul 11.00 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Subsidi Listrik 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp 117,84 Triliun
1 September 2026 pukul 11.00 · Baca aslinya ↗