Subsidi Listrik 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp 117,84 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3354239/original/044328800_1611127016-20210120-Program-PEN-Sektor-Ketenagalistrikan-Herman-5.jpg)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan subsidi listrik sebesar Rp 117,84 triliun dalam RAPBN 2027, naik dari Rp 100,83 triliun dalam APBN 2026. Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI. Pemerintah menyusun besaran subsidi berdasarkan asumsi makroekonomi, termasuk harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang diasumsikan US$75 per barel, naik dari US$70 per barel pada 2026. Nilai tukar rupiah juga diperkirakan melemah ke Rp17.500 per dolar AS dari Rp16.500, sementara inflasi diproyeksikan 2,5%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 1 September 2026 pukul 11.00
Subsidi Listrik Diusulkan Naik Jadi Rp 117,84 Triliun di RAPBN 2027, Ini Alasan Bahlil
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 10.20
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026!
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 20.30
Bahlil Targetkan Lifting Minyak Naik Jadi 612.500 Barel per Hari pada 2027
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.24
Lifting Minyak Tahun Depan Dikejar 612.500 Barel/ Hari
Berita terkait
Bahlil Buka Suara Soal Potensi Pembengkakan Subsidi Energi
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.10
Harga Minyak Dunia Mirip Malaria, Bahlil Waspada Subsidi Energi Naik
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.09
Bahlil Usul Subsidi Listrik 2027 Rp117,84 T
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 20.00
Bahlil Usulkan Anggaran Kementerian ESDM di 2027 Rp27,3 Triliun
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.00