Kepala BGN: Mayoritas Kasus Keracunan MBG Dipengaruhi Pelanggaran SOP Operasional
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Kepala BGN Sudaryono mengaku drop menghadapi rentetan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus terbaru terjadi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, di mana 152 siswa SMP mengalami mual, muntah, sakit perut hingga diare setelah konsumsi MBG. Dugaan penyebabnya meliputi distribusi makanan tidak sesuai batas waktu konsumsi dan makanan basi. Sementara itu, kasus serupa di Sidoarjo, Jawa Timur, menyentuh 512 santri yang mengalami gejala serupa. BGN menyoroti bahwa 80-90 persen kejadian terkait ketidakpatuhan terhadap SOP operasional standar. Untuk mencegah ulang, BGN memperketat pengawasan proses pengolahan, pengelolaan dapur, keamanan pangan, hingga distribusi makanan dengan kepala dapur dan pengawas gizi bekerja secara berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh dilakukan terkait laporan gangguan kesehatan di beberapa daerah seperti Sidoarjo, Agam, dan Lasem. Pelanggaran utama meliputi SOP konsumsi waktu dan penyimpanan makanan, termasuk pemberian makanan berlebih ke dapur kecil sehingga harus dipanaskan kembali. Kasus keracunan 500 santri di Sidoarjo terjadi karena daging dikonsumsi setelah jam 10.00 meskipun labelnya harus dikonsumsi sebelum jam itu.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Kepala BGN: 80 Persen Keracunan MBG karena Pelanggaran SOP
4 September 2026 pukul 05.39 · Baca aslinya ↗
VOI
Kepala MBG Sudaryono Akui Drop Hadapi Rentetan Kasus Keracunan MBG
4 September 2026 pukul 10.15 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Kasus Keracunan MBG Bertubi-tubi, Kepala BGN Akui Terpukul dan Drop
4 September 2026 pukul 10.45 · Baca aslinya ↗