Kiai Sepuh Lirboyo Kecam Pengondisian dan Intervensi di Muktamar NU ke-35
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, untuk membahas penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Dari pertemuan tersebut, mereka menegeluarkan Tausiyah Moral yang mengecam keras praktik pengondisian, intimidasi, dan isu karantina peserta di Asrama Haji Sukolilo. Para ulama sepuh hadir dalam pertemuan ini termasuk KH Ma’ruf Amin, KH M Anwar Mansur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Ubaid Maemun Zubair, KH Mu'adz T, KH Athoillah S Anwar, KH Muhibul Aman Ali, dan KH Nurul Yakin Ishaq.
KH Muhibul Aman Ali, sebagai Juru Bicara Kiai Sepuh, menyatakan bahwa tausiyah ini dikeluarkan karena terdeteksi upaya-upaya tidak sesuai prosedur yang mencederai martabat jam’iyah, termasuk oknum yang menjual nama pemerintah untuk menekan psikologis muktamirin. Para kiai menegaskan bahwa memilih pemimpin yang tidak afdal padahal tahu ada yang lebih baik dianggap bentuk pengkhianatan, dan praktik tidak jujur dalam proses pemilihan tidak boleh dibiarkan menjadi preseden atau sunnah sayyi’ah.
Perbedaan terlihat pada tanggal pertemuan: SINDOnews melaporkan pertemuan berlangsung pada Rabu (26/8/2026), sementara JPNN.com menyebutkan tanggal 26 Agustus 2020. Kedua sumber setuju bahwa tujuannya sama, yakni mengingatkan agar tidak ada transaksi, intimidasi, atau intervensi yang merusak kedaulatan peserta muktamar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Kiai Sepuh Lirboyo Beri Pesan Mendalam Jelang Muktamar ke-35 NU
26 Agustus 2026 pukul 21.04 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Kiai Sepuh Mengecam Penjual Restu Presiden di Muktamar NU
27 Agustus 2026 pukul 07.14 · Baca aslinya ↗