Kiai Sepuh Mengecam Penjual Restu Presiden di Muktamar NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan tausiah menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, mengingatkan agar tidak ada transaksi, intimidasi, atau intervensi yang mencederai kedaulatan peserta muktamar. Tausiah ini disampaikan setelah pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Rabu 26 Agustus 2020. Juru Bicara Kiai Sepuh, KH Muhibul Aman Ali, menyatakan bahwa para ulama mendeteksi indikasi pengondisian hingga upaya menekan psikologis muktamirin, termasuk dugaan penggunaan nama pemerintah. Menurutnya, memilih pemimpin yang tidak afdal padahal tahu ada yang lebih baik dianggap bentuk pengkhianatan. Para kiai sepuh menegaskan bahwa praktik tidak jujur dalam proses pemilihan tidak boleh dibiarkan menjadi preseden atau sunnah sayyi'ah, karena akibat dosanya akan terus mengalir hingga hari kiamat. Mereka meminta seluruh pihak menghentikan money politics, tekanan, rekayasa, dan pengondisian yang dapat merusak muruah muktamar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 21.04
Kiai Sepuh Lirboyo Beri Pesan Mendalam Jelang Muktamar ke-35 NU
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.34
Jelang Muktamar ke-35, Forum Ulama Nahdliyin Soroti Konsesi Tambang hingga Isu Otokrasi PBNU
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.07
Jelang Muktamar ke-35, Ini Daftar Ketum PBNU dari Masa ke Masa
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 19.26
Para Kiai Kumpul di Lirboyo, Minta Prabowo Tindak Pejabat Intervensi Muktamar NU
Berita terkait
Kiai Sepuh Tebuireng: Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Bukan Lagi Isu
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.42
Jelang Muktamar, Ketua PWNU DKI Soroti Potensi Money Politics & Sedekah Politik
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 19.37
Said PDIP Harap Suksesi Kepemimpinan di NU Tak Berwatak Pragmatis & Transaksional
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 05.34
Ikuti Muktamar ke-35 NU di Jombang, PWNU Banten Bawa Misi Penting
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 01.42