Kim Yo-jong Tolak Denuklirisasi Korut di Konferensi IAEA, Sebut Status Nuklir Mutlak
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kim Yo-jong, adik Kim Jong-un dan pejabat senior Partai Buruh Korea, menolak tegas upaya denuklirisasi senjata nuklir Korea Utara. Dalam pernyataan resmi KCNA dan respons terhadap Konferensi Umum IAEA di Wina, ia menegaskan status Korut sebagai negara ber senjata nuklir bersifat mutlak dan tidak dapat diubah oleh faktor eksternal. Ia menyebut upaya denuklirisasi sebagai 'ocehan konyol' (Detik) atau 'omong kosong dan berisik' (SINDOnews), dan menilai negara pendukungnya sebagai 'orang bodoh'.
Perbedaan sopan santun terlihat dalam penyampaian pesan. Detik melaporkan Kim menyebut upaya denuklirisasi sebagai 'ocehan konyol' dan menyebut kritik internasional sebagai 'orang bodoh', sementara SINDOnews menyebutnya lebih lembut dengan istilah 'omong kosong', 'delusi', dan 'sia-sia'. Kedua sumber setuju bahwa pejabat tingkat tinggi memberikan respons, menunjukkan sikap keras Korut terhadap kritik IAEA.
Kedua laporan juga menyebutkan konteks hukum dan sejarah. Detik menambahkan bahwa Korut telah mengikatkan status nuklir melalui undang-undang, dan mengacu pada gagalnya pertemuan puncak Trump-Kim pada 2019. SINDOnews tidak menyebutkan hal ini, fokus hanya pada respons terhadap IAEA tahun ini.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Adik Kim Jong Un Tolak Denuklirisasi: Senjata Nuklir Korut Mutlak
17 September 2026 pukul 09.15 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Adik Kim Jong-un Kecam IAEA karena Serukan Korut Denuklirisasi: 'Omong Kosong dan Berisik'!
17 September 2026 pukul 11.06 · Baca aslinya ↗