Adik Kim Jong Un Tolak Denuklirisasi: Senjata Nuklir Korut Mutlak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyatakan penolakan tegas terhadap upaya denuklirisasi senjata nuklir milik negaranya. Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Korean Central News Agency, Kim menegaskan bahwa status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir bersifat mutlak dan tidak dapat diubah oleh faktor eksternal. Pernyataannya disampaikan di tengah Konferensi Umum Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, menyindir kritik internasional terkait kebijakan nuklir Pyongyang. Kim juga menyebut upaya denuklirisasi sebagai 'ocehan konyol' dan menilai negara yang mendukungnya sebagai 'orang bodoh'. Pemerintah Korea Utara telah mengikatkan status nuklir secara hukum melalui undang-undang, sekaligus menegaskan bahwa kepemilikan senjata nuklir memberikan kontribusi penting dalam mencegah tindakan keterlaluan pihak asing. Perkembangan ini terjadi setelah gagalnya pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pada 2019, yang kandas akibat perbedaan pendapat mengenai imbalan atas langkah denuklirisasi.
Bagikan
Berita terkait
Perbanyak Senjata Nuklir Korut, Kim Jong-un Membangun Fasilitas Uranium Baru
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 13.43
Berambisi Jadi Negara Nuklir, Korut Gelar Latihan Serangan Daya Tembak Rudal Balistik
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 15.33
Bukan Iran, Tetangga RI Terang-terangan Buat Pengayaan Uraniun Baru
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.20
Korut Bangun Fasilitas Pengayaan Uranium Baru
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 20.44