Komdigi Minta Klarifikasi Meta soal Akun WhatsApp yang Diretas dan Disuspend
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka suara terkait meningkatnya kasus akun WhatsApp yang diambil alih peretas, digunakan untuk mempromosikan judi online, dan berujung terkena suspend oleh Meta. Direktur Jenderat Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada Meta Indonesia untuk menjelaskan penyebab pemblokiran atau hilangnya akun WhatsApp, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta status pemulihan akun yang terdampak.
Kedua sumber melaporkan Komdigi meminta Meta memberikan tanggapan tertulis paling lambat pada Senin, 24 Agustus 2026. Namun, terdapat perbedaan mengenai tanggal pengiriman surat permintaan klarifikasi. CNN Indonesia melaporkan surat dikirim pada Jumat, 21 Agustus 2026, sementara Kumparan menyatakan surat dikirim pada Senin, 14 Agustus 2026. Kumparan tidak menyebutkan permintaan kanal aduan khusus bagi pengguna terdampak.
Komdigi juga meminta Meta menyediakan kanal aduan khusus bagi pengguna yang terdampak agar dapat melaporkan dan memperoleh bantuan terkait akun yang diretas atau disuspend. Pemerintah akan memantau dan memastikan Meta menindaklanjuti aduan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada platform. Kasus ini semakin marak, termasuk korban seperti Hesti (34), seorang karyawan swasta yang mengaku tiga kali mengalami suspend akun WhatsApp akibat dugaan peretakan yang sama.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Komdigi Buka Suara Banyak Akun WhatsApp Diretas dan Kena Suspend
21 Agustus 2026 pukul 18.52 · Baca aslinya ↗
kumparan
Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun Terblokir, Senin Harus Dijawab
22 Agustus 2026 pukul 22.36 · Baca aslinya ↗