Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Konflik FIFA-UEFA Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia dan Kampanye Hitam

FIFA dan UEFA sedang terlibat perselisihan hukum terkait rencana Presiden FIFA Gianni Infantino menjual saham komersial Piala Dunia melalui skema bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). UEFA mengajukan gugatan di pengadilan AS untuk memaksa FIFA membuka dokumen, menduga Infantino melakukan pengelolaan pidana dan penetapan harga tidak adil demi kepentingannya sendiri. Skema ini sebelumnya direncanakan untuk melibatkan investor seperti Joshua Kushner dengan investasi sebesar 4,2 miliar dolar AS, namun dibatalkan setelah protes luas.

FIFA menolak semua tuduhan tersebut dan menuduh UEFA menggalang kampanye hitam untuk merusak reputasinya. Menurut FIFA, FFE hanyalah usulan yang membutuhkan dukungan mayoritas anggota dan persetujuan Dewan FIFA. FIFA juga menuduh UEFA ingin mencegah negara-negara kecil mendapatkan dukungan finansial agar tidak bersaing dengan elit sepak bola Eropa. Sementara itu, UEFA tetap menuntur dokumen dari investor dan mantan pemain sekaligus mengancam akan menggantikan Infantino jika tidak ada dukungan cukup.

Beberapa figura sepak bola dunia, termasuk Thierry Henry, mendesak reformasi kepemimpinan FIFA. UEFA sempat mengancam akan boikot kompetisi FIFA namun kini dilaporkan akan mencabut ancaman tersebut setelah tuntukannya dipenuhi. Menurut Detik.com, tekanan terhadap Infantino semakin besar sejak rencana ini diumumkan, dengan beberapa negara dan konfederasi seperti CONCACAF dan AFC menuntut pengundurannya dari pemilihan presiden FIFA 2027. Hanya CONMEBOL dan CAF yang masih mendukung Infantino. UEFA juga meminta investigasi independen terkait pembentukan FFE.

Menurut tiap media