Serang Balik UEFA, FIFA Sebut Ada Kampanye Hitam dan Upaya Monopoli Sepak Bola
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

FIFA dan UEFA sedang terlibat perselisihan hukum terkait rencana Presiden FIFA Gianni Infantino menjual saham komersial Piala Dunia melalui skema bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). UEFA mengajukan gugatan di pengadilan AS untuk memaksa FIFA membuka dokumen, menduga Infantino melakukan pengelolaan pidana dan penetapan harga tidak adil demi kepentingannya sendiri. Skema ini sebelumnya direncanakan untuk melibatkan investor seperti Joshua Kushner dengan investasi sebesar 4,2 miliar dolar AS, namun dibatalkan setelah protes luas.
FIFA menolak semua tuduhan tersebut dan menuduh UEFA menggalang kampanye hitam untuk merusak reputasinya. Menurut FIFA, FFE hanyalah usulan yang membutuhkan dukungan mayoritas anggota dan persetujuan Dewan FIFA. FIFA juga menuduh UEFA ingin mencegah negara-negara kecil mendapatkan dukungan finansial agar tidak bersaing dengan elit sepak bola Eropa.
Sementara itu, UEFA tetap menuntut dokumen dari investor dan mantan pemain sekaligus mengancam akan menggantikan Infantino jika tidak ada dukungan cukup. Beberapa figura sepak bola dunia juga mendesak reformasi kepemimpinan FIFA. UEFA sempat mengancam akan boikot kompetisi FIFA namun kini dilaporkan akan mencabut ancaman tersebut setelah tuntutannya dipenuhi.
Bagikan
Berita terkait
Penuhi Dua Syarat Utama, UEFA Isyaratkan Batal Boikot Turnamen Resmi FIFA
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 04.30
Aleksander Ceferin Sebut Dukungan untuk Gianni Infantino di FIFA Mulai Tergerus
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.00
Israel Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 09.38
Gimana Nasib Infantino Usai Gagalnya Komersialisasi FIFA?
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.17