Konflik Yaman Memanas, 125.000 Orang Mengungsi dan 40 Warga Sipil Tewas
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Konflik bersenjata di Yaman kembali memanas sejak awal September, menyebabkan krisis kemanusiaan yang serius. Menurut laporan PBB, setidaknya 125.000 jiwa terpaksa mengungsi akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat sekitar 18.000 keluarga atau 125.000 orang telah meninggalkan tempat tinggal mereka. Selain pengungsi, konflik ini juga menyebabkan 40 warga sipil tewas, dengan perempuan dan anak-anak menyumbang separuh dari korban jiwa dan lebih dari separuh dari korban luka. Pada periode 1 hingga 14 September saja, tercatat 8 orang tewas dan 32 orang luka.
OCHA menyerukan perlindungan bagi warga sipil dan akses kemanusiaan yang aman agar bantuan darurat dapat menjangkau yang membutuhkan. Kelompok Houthi juga memperluas kendali atas garis pantai Laut Merah, termasuk Pulau Mayyun di Selat Bab el-Mandeb, di tengah intensitas pertempuran yang meningkat.
Konflik di Yaman telah berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada September 2014, yang kemudian mendorong intervensi koalisi Arab pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Konflik Yaman Memanas, PBB Sebut 125.000 Jiwa Mengungsi
15 September 2026 pukul 22.20 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
125 Ribu Orang Mengungsi Akibat Konflik di Yaman
15 September 2026 pukul 23.00 · Baca aslinya ↗