125 Ribu Orang Mengungsi Akibat Konflik di Yaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekitar 125.000 orang terpaksa mengungsi akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi di Yaman sejak awal September 2026. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan setidaknya 18.000 keluarga mengungsi dari rumah mereka. Dalam periode 1-14 September, 40 warga sipil tewas, dengan perempuan dan anak-anak menyumbang setengah dari korban tewas dan lebih dari separuh korban luka. OCHA menyerukan perlindungan bagi warga sipil dan akses kemanusiaan yang aman agar bantuan darurat dapat menjangkau yang membutuhkan. Kelompok Houthi juga memperluas kendali atas garis pantai Laut Merah, termasuk Pulau Mayyun di Selat Bab el-Mandeb, di tengah intensitas pertempuran yang meningkat. Konflik di Yaman telah berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada September 2014, yang kemudian mendorong intervensi koalisi Arab pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.20
Konflik Yaman Memanas, PBB Sebut 125.000 Jiwa Mengungsi
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.30
Warga Mekah dan Jeddah Diminta Berlindung, Arab Saudi Rilis Peringatan Darurat
Berita terkait
Houthi Rebut Pulau Perim dan kota Dhubab di Provinsi Taiz
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 23.20
Perang Menggila-Minyak Bisa Kiamat: Usai Hormuz, Laut Ini dalam Bahaya
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 07.00
Pakistan: Serangan Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Picu Respons Aliansi Makkah!
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 09.48
Konflik Saudi-Houthi Meningkat, Setiap Hari 1.400 Orang Yaman Mengungsi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 23.38