Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kontroversi Bangunan Permukiman Israel di Tepi Barat dan Insiden Hancurkan Tugu Peringatan

Anggota DPR AS Partai Demokrat Gregory Meeks mendesak Presiden Trump menghentikan rencana Israel membangun lebih dari 1.200 unit perumahan di wilayah E1, Tepi Barat, yang menurut hukum internasional dianggap ilegal. Meeks menyatakan keprihatinan atas keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuka tender permukiman tersebut, yang diuglyarkan memecah belah Tepi Barat dan melemahkan kemungkinan negara Palestina. Sementara itu, Netanyahu berjanji mendirikan lebih banyak permukiman di Tepi Barat meskipun tekanan internasional meningkat, dengan pemerintahannya yang paling kanan telah menyetujui pembangunan permukiman ilegal. Rencana E1 mengancam kesinambungan wilayah Palestina merdeka, sementara lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman Tepi Barat bersama 3 juta warga Palestina. Di sisi lain, Israel masih menahan hampir 800 jenazah warga Palestina sejak 1967, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, yang menghalangi keluarga untuk memakamkan korban. Terbaru, anggota parlemen Israel dari partai kanan Zvi Sukkot menghancurkan tugu peringatan warga Palestina di desa Madama, Tepi Barat, menggunakan palu godam di hadapan pasukan IDF yang tidak mengintervensi. Insiden ini menambah ketegangan di wilayah yang sudah sensitif, terutama dengan kehadiran pasukan yang tidak mengambil tindakan.

Menurut tiap media