KPK OTT Rektor Unsoed, Ungkap Dugaan Penerimaan Mahasiswa Berbayar Ratusan Juta
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terkait dugaan penerimaan mahasiswa berbayar di Fakultas Kedokteran. KPK menduga ada uang ratusan juta rupiah yang diberikan untuk memuluskan penerimaan seorang mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unsoed. Dalam operasi ini, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq beserta dua Wakil Rektornya, Norman Arie Prayogo dan Kuat Puji Prayitno, diamankan. KPK juga mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah sebagai bagian dari pendalaman kasus. Para tersangkta belum ditetapkan secara resmi karena masih dalam masa pemeriksaan 1x24 jam.
Kedua sumber melaporkan OTT ini dilakukan pada 20 Agustus 2026, namun JawaPos menyebut 14 orang diamankan (12 di Purwokerto dan 2 di Jakarta), sementara Warta Ekonomi tidak menyebutkan jumlah total orang yang ditangkap. KPK masih menyelidiki kemungkinan adanya pola serupa dalam penerimaan mahasiswa di fakultas lain di Unsoed. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa praktik korupsi di lingkungan pendidikan merusak nilai dan karakter bangsa. KPK belum merilis detail mekanisme pemberian uang, pihak yang terlibat, atau jumlah pasti uang yang berpindah tangan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Uang Ratusan Juta Diduga Jadi Jalan Masuk FK Unsoed, KPK Selidiki Fakultas Lain
21 Agustus 2026 pukul 13.13 · Baca aslinya ↗
JawaPos
OTT Rektor Unsoed, KPK Ungkap Dugaan Tarif Ratusan Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran
21 Agustus 2026 pukul 13.16 · Baca aslinya ↗