KPK OTT Rektor Unsoed, Ungkap Dugaan Penerimaan Mahasiswa Berbayar Ratusan Juta di Fakultas Kedokteran
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penerimaan mahasiswa berbayar di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di Purwokerto dan Jakarta. OTT ini mengamankan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq beserta dua Wakil Rektornya, Norman Arie Prayogo dan Kuat Puji Prayitno. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa uang ratusan juta rupiah diduga diberikan agar seseorang dapat diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unsoed, namun KPK belum mengungkapkan total pasti uang yang berpindah tangan.
KPK tidak hanya menyelidiki dugaan praktik di Fakultas Kedokteran, tetapi juga membuka kemungkinan adanya pola serupa dalam proses penerimaan mahasiswa baru di fakultas lain di Unsoed. Penyidik masih mendalami apakah praktik penerimaan uang ini terbatas pada FK Unsoed atau juga terjadi di fakultas lain. Selama OTT, KPK juga mengamankan uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah sebagai bagian dari pendalaman perkara.
Berbeda dengan laporan Warta Ekonomi yang menyebutkan tiga orang diamankan (Rektor dan dua Wakil Rektor), JawaPos melaporkan 14 orang diamankan dalam OTT ini, dengan 12 di Purwokerto dan 2 di Jakarta. Kedua sumber juga berbeda dalam penyebutan tanggal: Warta Ekonomi tidak menyebutkan tanggal OTT, sementara JawaPos menyatakan OTT dilakukan pada 20 Agustus 2026. Saat ini, para tersangkta belum ditetapkan secara resmi karena KPK masih dalam masa pemeriksaan selama 1x24 jam untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Uang Ratusan Juta Diduga Jadi Jalan Masuk FK Unsoed, KPK Selidiki Fakultas Lain
21 Agustus 2026 pukul 13.13 · Baca aslinya ↗
JawaPos
OTT Rektor Unsoed, KPK Ungkap Dugaan Tarif Ratusan Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran
21 Agustus 2026 pukul 13.16 · Baca aslinya ↗