OTT Rektor Unsoed, KPK Ungkap Dugaan Tarif Ratusan Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto dan Jakarta pada 20 Agustus 2026. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., diduga menetapkan tarif hingga ratusan juta rupiah untuk masuk Fakultas Kedokteran. Dalam OTT tersebut, 14 orang diamankan, termasuk 12 di Purwokerto dan 2 di Jakarta. KPK masih menelusuri apakah praktik tersebut juga terjadi di fakultas lain. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan korupsi di lingkungan pendidikan merusak nilai dan karakter bangsa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 13.13
Uang Ratusan Juta Diduga Jadi Jalan Masuk FK Unsoed, KPK Selidiki Fakultas Lain
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 13.50
Rektor Unsoed Terjaring OTT, KPK Ungkap Ada Sistem Perantara
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.30
KPK Amankan Rektor Unsoed, Pihak Kampus Mengaku Belum Tahu Perkaranya
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.36
KPK: Transaksi Penerimaan Maba Unsoed Gunakan Sistem Layering
Berita terkait
KPK Amankan 14 Orang dalam OTT Rektor Unsoed, 9 Diperiksa di Gedung Merah Putih Jakarta
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.30
Kondisi Terkini Unsoed Usai Rektor Kena OTT KPK
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.38
Respons Unsoed soal KPK Tangkap Rektor Akhmad Sodiq: Kami Hormati Proses Hukum
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 14.35
KPK Segel Ruang Rektor dan Wakil Rektor Unsoed Pasca-OTT
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.33