KPK Tangkap Rektor Unsoed dalam Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Kedokteran
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq dan sejumlah pejabat terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran. Dalam operasi yang dilakukan pada 20 Agustus 2026, KPK menangkap 14 orang dan menyegel seluruh ruangan lantai tiga gedung rektorat Unsoed Purwokerto. Tujuh orang diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara 12 orang diperiksa di Polres Banyumas.
Berdasarkan temuan KPK, calon mahasiswa diduga diminta membayar ratusan juta rupiah untuk memasuki Fakultas Kedokteran. Warta Ekonomi melaporkan bahwa Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo diduga meminta uang Rp650 juta melalui perantara swasta Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, meskipun uang sudah diterima, calon mahasiswa tetap tidak lolos seleksi. Untuk menyembunyikan transaksi ini, Norman melibatkan Mulyono, kakak kandung rektor, dalam proyek pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung oleh CV-MYN.
KPK berhasil menyita uang tunai sebesar Rp665 juta dan menemukan saldo sebesar Rp99 juta. Enam tersangka, termasuk rektor Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo, ditetapkan sebagai tersangka. Juru bicara Unsoed, Edi Santoso, menyatakan bahwa lantai tiga gedung rektorat telah dikucungi sepenuhnya dan tidak dapat diakses.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
OTT Rektor Unsoed, Calon Mahasiswa Kedokteran Diduga Setor Ratusan Juta
21 Agustus 2026 pukul 12.05 · Baca aslinya ↗
Detik.com
KPK Segel Ruangan Rektor dan Warek Unsoed Purwokerto
21 Agustus 2026 pukul 14.18 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
KPK Bongkar Modus Baru, Rektor Unsoed Gunakan Proyek untuk Tutupi Suap
23 Agustus 2026 pukul 04.30 · Baca aslinya ↗