Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Krisis Regenerasi Perajin Batik Indonesia Ditinjau Dari Data Berbeda

Data media mencolok berbeda mengenai penurunan perajin batik Indonesia. Warta Ekonomi melaporkan penurunan 20% dari 131 ribu menjadi 105 ribu orang dalam periode 2019-2023, sementara JPNN.com menyatakan penurunan 40% pada tahun 2024 berdasarkan data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI). Kedua sumber menyatakan keprihatinan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza terhadap krisis regenerasi perajin batik akibat meningkatnya penggunaan batik di segmen luas serta persaingan dengan kain printing motif yang lebih murah.

Pemerintah mengambil langkah-langkah regenerasi melalui berbagai pendekatan. Warta Ekonomi menekankan pentingnya edukasi batik berbasis proses, keterampilan tangan, dan nilai budaya, serta diversifikasi produk IKM batik ke fesyen siap pakai, aksesori, dan kriya dengan standardisasi melalui Batikmark. Sementara JPNN.com menyorotiperluasan pasar penjualan serta pembinaan perajin baru dengan penekanan pada pembuatan pola batik khas kawasan untuk menunjukkan keaslian berbasis indikasi geografis.

Kedua media merupakan platform untuk menyebarkan pengetahuan dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, seperti yang direncanakan dalam Pameran Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya.

Menurut tiap media