Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

KTT BRICS: Xi Jinping Serukan Penyelesaian Konflik Timur Tengah, China Ambil Alih Kepemimpinan Tahun Depan

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan negara-negara anggota BRICS untuk bersatu mendorong perdamaian di Timur Tengah dalam KTT Pemimpin BRICS di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026. Dalam pidatnya, Xi menyatakan bahwa konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah dan Teluk memberikan kerugian serius bagi masyarakat internasional dan tidak selaras dengan kepentingan bersama. Konflik ini terutama merusak infrastruktur sipil dan militer, serta mengganggu pasokan energi global. Xi juga mendesak BRICS untuk menolak mentalitas Perang Dingin dan menentang pelanggaran kedaulatan negara lain.

KTT ini dihadiri oleh para pemimpin dari Tiongkok, Rusia, dan Iran, serta mencakup diskusi tentang reformasi tata kelola global. Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung keterwakilan Asia, Afrika, dan Amerika Latin di Dewan Keamanan PBB, sementara Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia hadir untuk memperkuat kerja sama multilateral. Premier Malaysia Anwar Ibrahim juga berpartisipasi dan membahas berbagai isu seperti penerbangan langsung dan ekspor minyak sawit dengan Putin.

Setelah masa kepemimpinan India berakhir, Tiongkok dijadwalkan mengambil alih kepemimpinan bergilir BRICS tahun depan. BRICS yang kini terdiri dari 10 negara (China, India, Brasil, Rusia, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Uni Emirat Arab) mewakili lebih dari 40% populasi dunia dan hampir 25% ekonomi global. China akan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19 tahun depan dengan tema 'Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability'. Dalam pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Xi menyatakan China menilai hubungan dengan India dari perspektif strategis jangka panjang, mengusulkan kerja sama dalam pembangunan berbasis inovasi. Kunjungan Xi ke India merupakan kunjungan pertamanya dalam tujuh tahun, sekaligus upaya memperbaiki hubungan diplomatik pasca bentrokan perbatasan 2020 yang menewaskan 20 tentara India dan 4 tentara China.

Menurut tiap media