Laporan Keuangan Astra International Semester I 2026: Laba Turun 19% di Tiga Bisnis Utama
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih Rp12,5 triliun pada semester I 2026, menurun 19% dari Rp15,5 triliun pada 2025. Penurunan terutama terjadi di bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat yang menurun 46% menjadi Rp2,7 triliun, dipengaruhi oleh penurunan penjualan Komatsu (27% menjadi 1.994 unit) dan penjualan emas Martabe yang hanya 23.000 ons dibanding 125.000 ons tahun sebelumnya. Pendapatan bersih konsolidasi turun 3% menjadi Rp157,9 triliun. Bisnis otomotif mencatatkan laba bersih Rp5,9 triliun, naik 9% dari Rp5,4 triliun, didukung penjualan mobil nasional yang meningkat 16% hingga 437.000 unit dengan pangsa pasar grup sebesar 51%. Jasa keuangan juga tumbuh 6% dengan laba bersih Rp4,6 triliun dan nilai pembiayaan baru Rp61,8 triliun. Penurunan laba bersih terutama dipengaruhi oleh penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas dan impairment aset senilai Rp2,4 triliun. Astra fokus pada tiga bisnis inti yang menyumbang 90% pendapatan dan mengumumkan program buyback saham hingga Rp8 triliun dalam 12 bulan ke depan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat
23 September 2026 pukul 11.24 · Baca aslinya ↗
kumparan
Astra International Kantongi Laba Bersih Rp 12,5 T Semester I 2026
23 September 2026 pukul 11.30 · Baca aslinya ↗