Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

Luas Anak Krakatau capai 341,5 hektare, melebihi sebelum kolaps 2018

Gunung Anak Krakatau kembali tumbuh melebihi ukuran sebelum erupsi dan kolaps Desember 2018. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat luas daratan mencapai 341,5 hektare per September 2026, melampaui 300 hektare sebelum kolaps. ANTARA News melaporkan angka ini berdasarkan data PVMBG, sementara Detik.com merujuk pada citra Sentinel per 8 Agustus 2026 yang menunjukkan luas 312,3 hektare, kemudian naik menjadi 341,5 hektare setelah erupsi 4-6 September 2026 dengan penambahan 32,8 hektare.

Setelah longsor 22 Desember 2018 menghilangkan 54,82 hektare (dari 300 menjadi 246,18 hektare), akumulasi material erupsi berkelanjutan membuat gunung pulih. Ketinggian puncak berkurang drastis dari 330 meter menjadi 120 meter akibat kolaps dengan volume 0,116 km³ material ke laut, yang juga memicu tsunami di Banten dan Lampung. Aktivitas erupsi sejak 2019 beralih dari tipe Strombolian ke Surtseyan, kemudian kembali ke lava fountain.

Kolaborasi riset BRIN dengan universitas internasional memkonfirmasi Anak Krakatau berada dalam fase rekonstruksi. Detik.com menyebutkan siklus pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali gunung api, sementara ANTARA News menekankan transisi tipe erupsi dan peningkatan volume daratan yang menandakan proses rekonstruksi yang berkelanjutan.

Menurut tiap media