Penyebab Daratan Gunung Anak Krakatau Makin Meluas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau mengalami pertumbuhan daratan yang melampaui ukuran sebelum erupsi dan kolaps pada Desember 2018. Berdasarkan citra Sentinel per 8 Agustus 2026, luas daratan gunung mencapai 312,3 hektare, dan meningkat menjadi 341,5 hektare per 15 September 2026 setelah erupsi menerus pada 4-6 September 2026. Pemantauan menunjukkan penambahan endapan sebesar 32,8 hektare. PVMBG menyatakan gunung berada dalam fase rekonstruksi dan pembangunan kembali. Kolaps pada 22 Desember 2018 mengurangi daratan dari 300 hektare menjadi 246,18 hektare, mengurangi ketinggian puncak dari 330 meter menjadi 120 meter, dan memicu tsunami di Banten dan Lampung. Penelitian kolaboratif BRIN dan universitas internasional memkonfirmasi siklus pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali gunung api.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 01.29
Luas Anak Krakatau capai 341,5 hektare, lampaui sebelum longsor 2018
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 16.45
Tubuh Gunung Anak Krakatau Berevolusi Sejak Muncul 106 Tahun Lalu
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 14.26
3 Gunung Berapi RI Meletus Berbarengan, Ini Daftarnya
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.51
Pakar Jelaskan Asal-usul Daratan Baru Dekat Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Erupsi Anak Krakatau Tak Bisa Diremehkan, Sejarah Kelamnya Pernah Bikin Geger Dunia
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 07.15
Status Turun Jadi Waspada, Anak Krakatau Bikin 2 Pulau Baru 32 Hektare
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.32
Anak Krakatau Pernah Muntahkan Magma Setara 10 Tahun dalam 2 Pekan
Detik.com · 15 September 2026 pukul 15.30
Anak Krakatau Alami 13 Kali Erupsi Strombolian usai Meletus selama 25 Jam
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 12.14