MADN Imbau Warga Dayak Atasi Kekeringan dan Karhutla dengan Ritual Adat
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menerbitkan Surat Imbauan Nomor 566/MADN/S-I/VIII/2026 yang ditujukan kepada seluruh masyarakat adat Dayak di Kalimantan untuk menghadapi ancaman kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang telah melanda wilayah tersebut selama hampir enam bulan. Surat imbauan ini ditandatangani pada 30 Agustus 2026 oleh Presiden MADN, Marthin Billa, yang menyatakan bahwa kondisi darurat asap dan kekeringan ini berpotensi menyebabkan kerusakan hutan dan lahan, sekaligus mengancam kesehatan masyarakat.
Melalui surat ini, MADN meminta seluruh pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) di berbagai tingkatan, mulai dari provinsi hingga tingkat desa/kampung, termasuk Temenggung, Kepala Adat, dan perangkat adat, untuk mengambil langkah konkret dalam penanggulangan bencana kekeringan dan pencegahan karhutla. Imbauan ini mencakup pencegahan bencana, pelaksanaan ritual adat memohong hujan, dan doa bersama di seluruh Tanah Kalimantan sebagai bagian dari upaya tradisional dalam menghadapi kondisi kritis ini.
Imbauan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat, termasuk Kemendikdasmen yang baru saja menerbitkan surat edara terkait pengaturan pembelajaran untuk sekolah yang terdampak karhutla, menunjukkan koordinasi antara lembaga adat dan pemerintah dalam menanggapi krisis lingkungan ini.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Gelar Ritual Memohon Hujan, MADN Imbau Warga Dayak Setop Membakar Lahan
31 Agustus 2026 pukul 23.10 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
MADN Terbitkan Imbauan Penanggulangan Kekeringan dan Pencegahan Karhutla
1 September 2026 pukul 05.55 · Baca aslinya ↗