Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Malaysia Pulangkan Ribuan Pengungsi Myanmar dalam Dua Gelombang

Pemerintah Malaysia memulai operasi repatriasi warga Myanmar dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 29 September 2026 dengan memulangkan 1.476 warga Myanmar menggunakan tiga kapal Angkatan Laut Myanmar, termasuk kapal rumah sakit Than Lwin. Operasi ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk memulangkan total 5.000 pengungsi secara sukarefi dan bertahap. Gelombang kedua direncanakan untuk memulangkan 3.524 pengungsi tambahan, dengan Malaysia mas masih menunggu kepastian jadwal dari pihak Myanmar. Perdana Menteri Anwar Ibrahim berencana berdiskusi dengan pemimpin Myanmar untuk meningkatkan kapasitas penerimaan pengungsi yang kembali.

Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan bahwa 95 persen pencari suaka asing dalam operasi ini berasal dari Myanmar, sebagai bagian dari upaya menyelesaikan 'masalah warisan' migrasi. Namun, ada perbedaan dalam jumlah total yang disetujui. Detik.com melaporkan bahwa gelombang pertama melibatkan 1.476 warga dari 5.000 yang disetujui, sementara JPNN.com menyebutkan bahwa gelombang pertama juga memulangkan 1.476 orang, namun gelombang kedua akan menambahkan 3.524 pengungsi lagi.

PBB dan organisasi hak asasi manusia menyuarakan kekhawatiran kuat terkait keamanan para pengungsi yang dikembalikan ke Myanmar, yang telah mengalami konflik bersenjata sejak 2021. Mereka berisiko menghadapi persekusi atau ancaman nyawa. PBB menekankan bahwa larangan internasional melarang pengiriman orang ke negara yang menimbulkan bahaya serius, sekaligus mendesak agar kondisi keamanan dan hak-hak dasar terpenuhi sebelum repatriasi dilanjutkan.

Menurut tiap media