Marak Kekerasan di Sekolah, Komisi X Soroti Lemahnya Pendidikan Karakter
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menyampaikan keprihatinan terkait maraknya kasus kekerasan di sekolah di berbagai daerah. Kasus terbaru meliputi tewasnya siswa SD di Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga akibat kekerasan dari kakak kelasnya. Di Tasikmalaya, Jawa Barat, seorang siswa kelas X SMAN 3 dilaporkan mengalami penganiayaan setelah menggunakan vape. Di Bekasi, video viral menampilkan sekelompok pelajar menyerang tiga teman sebaya. Di Malang, Dinas Sosial mencatat adanya 20 siswa yang melaporkan dugaan kekerasan dari oknum kepala sekolah.
Kurniasih menekankan bahwa kekerasan di sekolah mencerminkan belum optimalnya pendidikan karakter, penanaman nilai Pancasila, dan agama dalam kehidupan sekolah. Menurutnya, pendidikan karakter harus diterapkan secara menyeluruh melalui pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta melibatkan seluruh warga sekolah, bukan hanya para siswa. Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi praktik sehari-hari di sekolah, bukan sekadar materi pelajaran.
Perbedaan meliputi: SINDOnews menyebutkan kasus perundungan siswa di Tasikmalaya akibat penggunaan vape, sementara JPNN.com menggambarkannya sebagai penganiayaan. Kedua sumber sependapat bahwa kasus-kasus ini menjadi alarm akan budaya kekerasan di lingkungan pendidikan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
JPNN.com
Marak Kasus Kekerasan di Sekolah, Komisi X Singgung Pendidikan Karakter
6 Oktober 2026 pukul 19.55 · Baca aslinya ↗