Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mendag Ingatkan Harga Telur Perlu Naik ke Rp30.000 agar Peternak Bertahan

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengingatkan agar harga telur ayam ras tidak terus berada di level rendah, karena hal ini dapat membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi dan akhirnya tidak mampu melanjutkan usahanya. Harga telur ayam ras di tingkat konsumen rata-rata nasional saat ini berada di sekitar Rp26.000 per kg, yang dinilai terlalu rendah dibandingkan harga ideal sebesar Rp30.000 per kg. Budi menekankan pentingnya menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang mempertimbangkan biaya produksi agar keseimbangan antara kepentingan peternak dan konsumen terjaga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga telur ayam ras mengalami penurunan sepanjang Agustus 2026. Pada minggu ketiga Agustus 2026, rata-rata harga telur ayam ras nasional tercatat Rp29.247 per kg, turun 0,18% dibandingkan Juli 2026 dan berada di bawah HAP konsumen sebesar Rp30.000 per kg. Penurunan harga terjadi di 39,17% wilayah Indonesia, sementara 132 kabupaten/kota masih mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Disparitas harga telu yang cukup lebar tercatat antarwilayah. Harga tertinggi mencapai Rp90.000 per kg di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak Jaya, sementara harga terendah berada di Rp21.857 per kg. Di antara wilayah yang mengalami kenaikan IPH, Kabupaten Biak Numfor mencatat kenaikan tertinggi sebesar 13,01% dengan harga Rp35.286 per kg. Pemerintah berupaya menjaga agar harga komoditas peternakan tidak bergerak terlalu jauh dari harga acuan agar peternak tetap dapat beroperasi.

Menurut tiap media