Mendagri Tindak Lanjuti Kematian Pengungsi Gempa NTT dan Alokasi Dana BTT
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menindaklanjuti laporan kematian penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal di pengungsian akibat penyakit seperti pneumonia dan diare. Terdapat perbedaan data jumlah korban tidak langsung: ANTARA News melaporkan 108 orang, sementara CNN Indonesia menyebutkan 94 orang. ANTARA News merinci kematian tertinggi di Kabupaten Manggarai (44), Manggarai Timur (33), dan Nagekeo (20), dengan mayoritas korban adalah lansia dan anak-anak. CNN Indonesia menambahkan terdapat 48 korban langsung, sehingga total korban mencapai 142 orang, dengan mayoritas korban tidak langsung adalah lansia dengan penyakit kronis.
Pemerintah pusat mengalokasikan dana belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar per kabupaten/kota terdampak dan Rp40 miliar untuk pemerintah provinsi NTT. Dana tersebut ditujukan untuk penanganan fasilitas kesehatan, kebutuhan dasar, serta warga pengungsian. Koordinasi dilakukan oleh BNPB bersama Menko PMK Pratikno dan Kemenkes. Tito menginstruksikan kepala daerah mengoptimalkan dana BTT untuk memperbaiki kondisi pengungsian, sementara Anggota Komisi VIII DPR meminta evaluasi terhadap perlindungan kesehatan pengungsi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Mendagri tindaklajuti korban gempa NTT meninggal di pengungsian
30 September 2026 pukul 14.58 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Mendagri Sebut Pemda Terdampak Gempa NTT Dapat Tambahan Dana Rp20 M
30 September 2026 pukul 17.56 · Baca aslinya ↗