Menkeu: Bencana Alam 2026 Berpotensi Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Namun Tidak Signifikan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyatakan rangkaian bencana alam 2026 seperti gempa NTT, kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, serta erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia namun tidak signifikan. Pemerintah yakin target pertumbuhan tetap tercapai dengan mendorong ekonomi pada kuartal III-IV. Untuk penangulangan, Kemenkeu menyediakan dana tambahan Rp 5 triliun terpisah dari alokasi BNPB Rp 459 miliar. Sementara itu, kumparan melaporkan Purbaya Yudhi Sadewa akui bencana berpotensi ganggu pertumbuhan namun tidak signifikan, dengan dana BNPB dipakai dulu baru ditambah jika diperlukan. Perbedaan terletak pada penyebutan dana: JawaPos menyebut Rp 5 triliun sebagai dana siap pakai Kemenkeu, sementara kumparan hanya menyebut dana tambahan tanpa kuantifikasi spesifik.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Menkeu Purbaya Buka-bukaan soal Dampak Bencana Alam 2026 terhadap Ekonomi Indonesia
7 September 2026 pukul 14.30 · Baca aslinya ↗
kumparan
Purbaya Akui Bencana Ganggu Ekonomi: Tapi Tak Signifikan
7 September 2026 pukul 14.41 · Baca aslinya ↗