Purbaya Akui Bencana Ganggu Ekonomi: Tapi Tak Signifikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa rangkaian bencana alam yang terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, hingga erupsi gunung berapi, berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, dampaknya diharapkan tidak akan signifikan dan hanya menyebabkan gangguan kecil pada laju pertumbuhan ekonomi. Purbaya menegaskan bahwa kondisi anggaran dan fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam batas aman meski menghadapi berbagai bencana. Pemerintah telah menyiapkan anggaran melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan bencana. Jika kebutuhan penanganan melebihi dana yang tersedia, Kementerian Keuangan siap menambahkan alokasi dana. Purbaya menjelaskan bahwa dana penanganan bencana akan terlebih dahulu menggunakan anggaran yang ada di BNPB, dan baru ditambah jika diperlukan. Menurutnya, pemerintah tetap akan berupaya mencapai target pertumbuhan ekonomi dengan mendorong aktivitas ekonomi pada paruh kedua 2026, khususnya pada kuartal III hingga kuartal IV. Purbaya menutup dengan menyatakan bahwa pemerintah akan terus memacu pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 7 September 2026 pukul 14.30
Menkeu Purbaya Buka-bukaan soal Dampak Bencana Alam 2026 terhadap Ekonomi Indonesia
Detik.com · 7 September 2026 pukul 11.03
Purbaya Siap Tambah Anggaran buat Penanganan Bencana Alam
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 12.35
Abu Anak Krakatau Ganggu Warga, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca
JawaPos · 6 September 2026 pukul 12.00
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau
Berita terkait
Purbaya: Kelas Menengah Bakal Berjaya 2 Tahun Lagi
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.03
Purbaya Turun Gunung, Tinjau Lokasi Gempa Flores Hari Ini
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.15
Ekonomi RI Sehat, Anak Buah Purbaya Beri Buktinya
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.04
Erupsi Gunung Anak Krakatau Terjadi Berjam-Jam, BNPB Imbau Masyarakat Waspada
JawaPos · 5 September 2026 pukul 15.45