Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menteri Jerman Datang ke RI Bawa Bos-Bos, Mau Lakukan Ini

Menteri Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan mengunjungi Indonesia dengan delegasi bisnis untuk memperkuat kemitraan di sektor energi terbarukan dan transisi energi. Indonesia ditetapkan sebagai negara fokus baru dalam rencana kerja sama ekonomi Jerman, bersama Ghana, Kenya, Maroko, Afrika Selatan, Brasil, India, Meksiko, dan Vietnam. Kunjungan ini membuka peluang bagi perusahaan Jerman seperti Siemens dan Bayer untuk berinteraksi dengan start-up, peneliti, dan mahasiswa Indonesia melalui konferensi, matchmaking, dan roadshow.

Indonesia sedang memasuki fase implementasi transisi energi dengan menetapkan target bauran energi dan penambahan pembangkit terbarukan. Pada Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026, pembicaraan bergeser dari target ke isu implementasi seperti akses jaringan, regulasi, dan pembiayaan. RUPTL PLN 2025-2034 merencanakan penambahan kapasitas 69,5 GW, dengan 42,6 GW dari EBT dan 10,3 GW penyimpanan energi. Tenaga surya mendapat 17,1 GW, diikuti hidro 11,7 GW, angin 7,2 GW, panas bumi 5,2 GW, dan bioenergi 0,9 GW.

Meskipun kapasitas terpasang meningkat, tantangan sistem penyimpanan dan keandalan tetap menjadi fokus karena EBT bersifat terbatas waktu. Perbedaan klaim muncul terkait fokus kunjungan: CNBC menekankan pada kolaborasi bisnis dan interaksi dengan inovator lokal, sementara JPNN lebih menyoroti pada implementasi kebijakan energi dan target kapasitas yang ditetapkan PLN.

Menurut tiap media