Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia sedang memasuki fase implementasi transisi energi dengan menetapkan target bauran energi dan penambahan pembangkit terbarukan. Pada Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026, pembicaraan bergeser dari target ke isu implementasi seperti akses jaringan, regulasi, dan pembiayaan. RUPTL PLN 2025-2034 merencanakan penambahan kapasitas 69,5 GW, dengan 42,6 GW dari EBT dan 10,3 GW penyimpanan energi. Tenaga surya mendapat 17,1 GW, diikuti hidro 11,7 GW, angin 7,2 GW, panas bumi 5,2 GW, dan bioenergi 0,9 GW. Meskipun kapasitas terpasang meningkat, tantangan sistem penyimpanan dan keandalan tetap menjadi fokus karena EBT bersifat terbatas waktu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.39
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.25
Menteri Jerman Datang ke RI Bawa Bos-Bos, Mau Lakukan Ini
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.21
PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.39
Ibas Sebut Target 100 GW Listrik Bukan Cuma Soal Pembangkit, tapi Fondasi Ekonomi Tangguh
Berita terkait
Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Bisa Hasilkan Listrik Bersih hingga Gerakkan Ekonomi
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 12.21
Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 17.00
PLN Garap WKP Gunung Ungaran 55 MW, ini Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.15
Ambisi RI Miliki 100 GW PLTS dan Keluar dari Batu Bara, Realistis?
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.15