Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia sedang memasuki fase implementasi transisi energi dengan menetapkan target bauran energi dan penambahan pembangkit terbarukan. Pada Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026, pembicaraan bergeser dari target ke isu implementasi seperti akses jaringan, regulasi, dan pembiayaan. RUPTL PLN 2025-2034 merencanakan penambahan kapasitas 69,5 GW, dengan 42,6 GW dari EBT dan 10,3 GW penyimpanan energi. Tenaga surya mendapat 17,1 GW, diikuti hidro 11,7 GW, angin 7,2 GW, panas bumi 5,2 GW, dan bioenergi 0,9 GW. Meskipun kapasitas terpasang meningkat, tantangan sistem penyimpanan dan keandalan tetap menjadi fokus karena EBT bersifat terbatas waktu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.25
Menteri Jerman Datang ke RI Bawa Bos-Bos, Mau Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.02
Wow! 84% Potensi Panas Bumi ASEAN Ternyata Ada di Indonesia
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Pemerintah Buka Lelang PLTS 30 GW Tahap Awal
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 06.35
ESDM Kantongi 9.000 Hektare Lahan untuk Kejar PLTS 30 GW
Berita terkait
ClientEarth dan CPI Kolaborasi Perkuat Transisi Energi Berkeadilan
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.40
PLN dan Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan PLTA Upper Cisokan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 22.10
Kementerian ESDM Terbitkan Izin Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLN
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.40
88% Potensi Panas Bumi RI Belum Dimanfaatkan, Industri Dorong Percepatan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.12