Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Meta Tuntut Gugatan Kecanduan Media Sosial di Pengadilan AS

Facebook dan Instagram dinilai memicu kecanduan pada pengguna muda di AS, menyebabkan kecemasan, depresi, bahkan bunuh diri. 29 negara bagian AS menggugat Meta dengan tuntutan denda besar dan perubahan model bisnis. California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey mendesak penghapusan tombol like, infinite scroll, serta batasan akses bagi anak di bawah 13 tahun. Meta menolak, menyatakan tidak ada kausalitas langsung antara penggunaan media sosial dan penurunan kesejahteraan mental remaja.

Jika terbukti bersalah, Meta berpotensi ditanggung denda hingga USD 1,4 triliun. Dalam hari pertama sidang, pengacara California, Megan O'Neill, menyatakan bahwa Meta menemukan jutaan akun anak berusia 11-12 tahun di Instagram dan menyadari bahwa fitur-fitur di platformnya dirancang untuk menimbulkan kecanduan. O'Neill menuduh Meta sengaja menyasar anak muda sebagai pengguna dan menyembunyikan risiko negatif dari publik. Mantan direktur engineering Facebook, Arturo Béjar, sebagai saksi, mengaku bahwa hasil penelitian keselamatan pengguna tidak pernah diterapkan untuk meningkatkan produk. Sebaliknya, usulan engineer untuk mencegah paparan konten gangguan makan pada remaja justru diabaikan atau dikecilkan.

Meta membantah tuduhan tersebut melalui pengacaranya, Paul Schmidt, yang berargumen bahwa kecanduan media sosial tidak nyata dan banyak remaja lain justru mendapatkan pengalaman positif. Schmidt mengakui adanya masalah terkait pengguna di bawah umur, seperti pembuatan akun palsu dan penggunaan berlebihan, namun menekankan bahwa Meta telah berupaya meningkatkan keamanan platform. Sidang ini diperkirakan berlangsung selama 5-7 pekan, dengan kemungkinan Zuckerberg dan eksekutif lainnya akan dimintai keterangan.

Menurut tiap media